Thursday, August 4, 2011

Basa-Basi 2 (WARNING: NOT FOR WARAS PEOPLE)

Gila gila gila gila gila. Kenapa gue menyebutkan kata ini sebanyak lima kali? Karena gue suka angka 5 #abaikan #sumpahnggakpenting. Kenapa gue menggunakan kata "Gila"? Ya karena kata itu menggambarkan apa yang terjadi pada hari ini.

Emang ya, hidup itu enak banget kalo kita jadi orang gila. Bukan gila sih, kalo gue bilang gue gila, gue takut didatengin suster-suster yang membawa ambulans RSJ malem-malem gini. Mungkin lebih tepatnya freak. Ya, saya mengakui bahwa saya adalah seorang freak. Lo pernah ga sih loncat-loncat sendiri di tempat umum? Sumpah itu asik. It feels good, men (and women). Hanya saja, hal ini sangat tidak mengasikkan bagi teman atau keluarga yang berada di sekitar anda.

Kegilaan ini muncul di pagi hari, pas pelajaran BI. Gue dan seorang kawan duduk sampingan pas gurunya lagi nyetel video wisata di kelas. Videonya tentang pertambangan sulfur di daerah pegunungan. Kami nge-dub orang-orang yang nongol di video itu. Gara-gara itu kami heboh sendiri di kelas yang sangat tenang. Ada salah satu scene dimana beberapa orang membawa sekeranjang lempingan berwarna kuning. Karena sotoy, gue langsung nge-dub "kerupuuuuuukk... kerupuuuuukkk...". Gue heran, kenapa lempingan itu nggak habis-habis dan nggak ada yang memakannya. Dan setelah diamati, ternyata itu kepingan sulfur. Cacat.

Di ending video, ada gambar abstrak yang merupakan layout dari TV Show tadi. Temen gue tiba-tiba berseru "ih itu kok kayak hantu?". Di ujung kanan gambar itu ada bercak putih yang rupanya mirip rupa kuntilanak. Persis di bagian belakangnya, ada 'curls' warna hitam yang persis seperti rambut. Seorang teman kami langsung memperhatikan dan berpendapat bahwa gambar itu justru mirip kambing. Spontan, semua mata langsung tertuju pada gambar itu. Sesosok hantu disamakan dengan seekor kambing. Miris.

Pas jam gathering, kelompok yang saat itu sedang bertugas mengadakan Bible Trivia. Kebetulan kelompok gue mempunyai anak yang super rajin baca alkitab, jadi kami menyerahkan semuanya ke tangan Tuhan dan tangan anak ini. Berandalkan alkitab yang sudah robek, ternyata kelompok kami menang! horeeee! Semua orang di ruangan itu menduga bahwa hadiah dari game ini pasti coklat b*ngb*ng. apa nggak, permen y*pi. Gue berpikir, ya lumayan lah, daripada dapet gelas dengan dot dengan gambar singa (sumpah, gue pernah dapet hadiah ini pas menang lomba menulis surat tingkat SMP). Nah. ternyataaaaa... yang kami dapatkan adalah selembar kertas warna orange bertuliskan:

1ST PLACE
MIRACLE FROM GOD

Jam terakhir pun kami gunakan untuk mengerjakan tugas mengenai biography pas pelajaran EL. Kami disuruh menuliskan "the 'must-have criteria' of the biography you read". saya dan rekan kerja saya pun menuliskan hal-hal dibawah ini:
1. Name
2. Date of Birth
3. Place of Birth
4. Family
5. Early Life
6. Career
7. The journey
8. Marriage
9. Achievement
10. Death

Jawaban di nomor 10 adalah kengerian abadi.

Task 2. Kami disuruh memilih satu tokoh dan membuat pertanyaan-pertanyaan yang ingin kami sampaikan padanya. Sekitar 15 menit saya habiskan untuk memilih seorang tokoh bersama rekan saya. Awalnya George Washington. Lalu Pak Praise (bukan nama yang sebenarnya). Kemudian Cleopatra. Dan jadinya The Rev. Abstrak sekali pilihan kami.

Nah, untuk sesuai keputusan, di bawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan hasil diskusi kami;

1. What makes you love the drum so much?
2. Who are your inspiration?
3. If songs could change the world, what song would you play to make a difference? Why?
4. What would you teach to your children? Would you teach them how to play drum?
5. How did you die?
Kesannya memang sangat jahat, tapi semua fans A7X di sekolah sepertinya muak dengan kisah bahwa The Rev meninggal karena kepeleset di genteng pas sedang berperan sebagai Santa Claus. Masih mending car crash, atau natural death. Kepeleset di genteng terkesan kurang elit.

Setelah pulang sekolah, gue dan sesama 'creepy metal gurl' (note untuk teman gue: gue geli sendiri nulis ini sumpah) nongkrong sejenak di kantin sebelum bergegas ke mobil antar-jemput masing-masing. Gue ditantang teman gue buat ngegodain seorang 'cute boy' (idola para gadis angkatan kami di sekolah) yang saat itu sedang bermain kartu bersama kawan-kawannya. Dengan pede, gue mendekati cowo ini bersama teman gue, tapi pas udah deket gue malah ngakak dan begonya, kepeleset. Garut abis.

Jadi itulah journey saya untuk hari ini. Pulang-pulang gue langsung molor 2 jam dan diem sepanjang malam karena capek ngakak. Tapi gapapa, ngakak itu berkat untuk orang freak. Muahahaha.

XOXO~

No comments:

Post a Comment