Saturday, September 15, 2012

DI BALIK KOTA TEMBAGA

Maaf ya kalo udah pada bosen karena belakangan aku cerita tentang masa-masa SMP mulu hehe, maklum belakangan home sick parah.Tapi kayaknya aku belom pernah cerita tentang apa saja yang ada di Tembagapura, what makes it so special. Memang belakangan kita sering dengar tentang kerusuhan yang kerap terjadi disitu, tapi apa salahnya sih bercerita tentang sisi positif sesuatu? :)


Sporthall Tembagapura
Suatu sore di tikungan jalan menuju Hidden Valley.  
Pemandangan depan rumahku yang tercintah


PANORAMA



Tempat lalu-lalang bus yang mistik, dan juga tempat yang sering dilewati para pejalan kaki di pagi hari. Sebenarnya Panorama itu hanya jalanan, yang sunyi dan dikelilingi oleh bukit-bukit berhutan. Di salah satu bukitnya, ada jalan petak yang hanya bisa dilewati orang asli, karena jalan itu menghubungkan Tembagapura dengan pedalaman. Tempat ini juga rawan longsor, makanya bahaya kalo lewat situ selama musim hujan.  

Persis di bawah panorama ada sungai yang sering dijadikan tempat main anak-anak Agute (sayang sekali aku nggak punya fotonya karena lokasinya lumayan ekstrim untuk membawa alat elektronik). Setiap kali ke sana sama teman-teman, kura-kuraku pun, yang sangat terkenal di Tembagapura karena sering aku bawa-bawa, dibawa serta, dan biasanya kami membuat bedungan kecil buat ngelepasin dia sejenak dari kandang yang kekecilan. 

Nostalgia: Waktu kelas 9, guru Biology kami memilih Panorama untuk praktek 'stem', karena Panorama memang 'kaya pepohonan'. Akhirnya kita sana ramai-ramai, tapi praktek hanya dilakukan selama kurang lebih 5 menitan hahaha. Sisanya kami malah foto-foto dan main-main :p Seusai praktek, bus kota yang waktu itu hanya berisi 3 orang kebetulan lewat tempat itu, dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke sekolah dengan bus, mumpung rutenya memang melewati sekolah kami.

Setibanya di halte sekolah, Manfred (temen sekelas terajaib yang pernah aku punya), tiba-tiba teriak "Oi! Semuanya pencet bel, ok??" Dan akhirnya semua bel yang ada dalam bis itu kami pencet bersama-sama (entah bagaimana nasib bel itu sekarang). Yang penting kami tiba dengan selamat di sekolah, dan yang terpenting, akhirnya lulus 100%.

Ini foto-fotonya. Foto jalanan Panoramanya masih di hp lama, belum dipindahin. Nanti kalo udah pasti diupload ulang kok :)

Pas praktek biology. Anak-anak cowoknya malah pada kabur -_-

Rex, si artis mungil di Tembagapura, menikmati kebebasan sejenak di kalinya Panorama yang sedang tenang.


AIR TERJUN

Kalo mau kesini, siap-siap capek, apalagi bagi yang nggak biasa sama jalan tanjakan, soalnya Air Terjun hanya bisa diakses lewat jalan kecil yang bener-bener menanjak. Pas di belokan menuju Air Terjun, ada Flying Fox yang jaraknya cuma 5 meteran (dan akhirnya menjadi bahan lelucon buat teman-teman di angkatan), juga 'jalan'. kenapa kata jalan itu aku kutip? soalnya sebenarnya nggak ada jalan disitu, hanya ada gundukan tanah licin berlumut dan sejenis rawa. Kalau beruntung, sebenarnya jalan ini bisa dilewati mobil, tapi dalam waktu-waktu tertentu saja. Kadang untuk alasan yang aku tidak ketahui tempat ini juga sering ditutup. 

Kalau tidak longsor, air terjun adalah tempat yang sangat teramat indah; airnya yang bersih dan alami mengucur dengan deras dan membentuk danau yang dalam di bawahnya. Dulu pas aku kecil, ada kapal-kapalan dari gabus disini, bisa dipakai untuk mengarungi danau air terjun yang dalam. 

Di bagian atas dari air terjun itu sendiri, ada tempat yang sering dijadikan markas rahasia buat anak-anak cowok. Biasanya kalo mau kesana, mereka bawa ikan/ayam mentah buat dibakar di markas dan disantap bersama-sama. Waktu itu cewe-cewe di angkatan diajak ikut, tapi sayang nggak ada yang bisa. Walau begitu kami sudah melihat tempat misterius itu seperti apa; disana ada pondok kecil yang disusun dari ranting-ranting dan tempat buat api yang barangkali dipakai untuk bakar daging. 

Sebenarnya susah mendapatkan restu dari orangtua kalo mau kesana hahahaha. Nggak bisa disalahkan karena tempatnya juga esktrim, banyak batu-batuan besar disana. Sekalinya longsor gawat juga, kan. Untung selama kunjungan aku kesana, nggak pernah ada yang kenapa-kenapa. 

Denger-denger sekarang sudah ada tangga buat para 'wisatawan' yang ingin menikmati keindahan Air Terjun. Tapi aku belum pernah lihat, berhubung tangganya masih baru dan aku udah nggak bisa kembali kesana. Sejujurnya sih, buat aku, yang menaiki tangga itu nggak akan merasakan serunya berciprat-cipratan di air yang sangat teramat dingin dan jernih itu, dan memanjat bebatuannya yang raksasa dan licin penuh tantangan. 

Saran umum bagi para 'pemula' di Tembagapura yang mau ke Air Terjun adalah, jangan pake baju yang bagus! (Sebenernya sih, selama di Tembagapura emang nggak usah pake baju yang bagus-bagus amat hehe. No one cares, dan ujung-ujungnya anda akan terkena cipratan lumpur atau air hujan yang turun tiap sore atau debu dan lain sebagainya :P)

Ini ada beberapa foto Air Terjun dari kunjungan aku yang terakhir kalinya. Sayang waktu itu Air Terjun habis kelongsoran, jadi danaunya tertutup oleh batu-batu. 

Disini, aku memang kaya dan bahagia. 
Waktu itu habis longsor, jadi danaunya dangkal.

BATU BESAR (BATBES)

Siapa sih anak Tembagapura yang nggak tau BatBes? Anak Agute dan para anak expat pun suka memanjati batu raksasa ini. Tempat piknik, tempat nangkring pas libur, dan juga (yang menyedihkannya) tempat buat ngerokok -_- BatBes juga selalu dipenuhi sampah di salah satu sisinya. Semoga orang-orang tolol yang nggak bertanggung jawab itu sekarang sadar mengapa orang-orang di seluruh dunia sedang menyuarakan pentingnya gerakan 'go green'. 

Sebenarnya banyak yang melarang anak-anak untuk memanjati BatBes, tapi tetap saja banyak yang berkunjung kesana. Memang nggak bisa disalahin, di atas batu itu kita bisa melihat seluruh pesona kota sambil menikmati santapan dari Shopping Center bersama kawan-kawan. 

Aku inget betapa asyiknya main umpet-umpetan sama security, mobil, bus, dan ibu-ibu yang suka lewat hahaha! Karena kalo ketangkap basah pasti disuruh turun. Untung batu itu lumayan gede untuk menampung banyak anak yang ingin bersembunyi sejenak. 

Gampang sebenarnya memanjati batu ini, karena ada beberapa bagian datar yang enak dijadiin pijakan kaki. Turunnya pun lebih asik lagi, tinggal merosot sampai ke bawah. 

Curhat sedikit. Waktu terakhir kali ke BatBes, aku sendirian karena temen-temen seangkatan nggak  ada yang lagi berkunjung kesitu. Sedih banget deh pokoknya, karena waktu kesana sama anak-anak Agute seangkatan berasa banget serunya. Lebih sedih lagi pas lihat beberapa batang rokok di sisi kanan batu itu. 

BatBes punya adek, yaitu BatSed (Batu Sedang). Letaknya nggak jauh-jauh amet dari BatBes. Tapi, walaupun ukurannya lebih kecil dari BatBes, BatSed justru lebih susah dipanjati karena permukaannya datar, nggak kayak BatBes yang punya pijakan-pijakan.


Surga kecil yang terlalu malu untuk menampakkan dirinya.
"Ketika kamu sedang berada di atas, jangan lupa menengok ke bawah."
Raymond, temen berantem dan becandaan pas SMP, di atas batbes pas kunjungan terakhir kami disana..
Aku, di atas sebongkah batu, yang besar bagiku dan kecil bagi dunia.

TANGGA SERIBU

Ada banyak cerita misterius tentang tempat ini. Ada yang bilang tempat ini dikerumuni hantu lah, tuyul lah, etc. Tangga Seribu merupakan tempat 'uji nyali'nya anak-anak setempat. Lokasinya berada di Hidden Valley, kompleks besar yang letaknya persis di atas gunung, lain dengan Tembagapura yang ada di lembah. Maka dari itu, disana udaranya lebih dingin. 

Kembali ke Tangga Seribu. Sekarang sih tempat itu sudah di-banned karena tangganya yang mulai lapuk dan dikerumuni lumut tebal. Sebenarnya sih nggak pernah ada yang tahu kenapa tempat itu didirikan. Dan kayaknya pas kecil aku pernah melewati tempat itu sampai ke ujungnya, tapi lupa-lupa inget gitu. Yang aku inget adalah, di ujung sana ada jembatan kayu yang sangat sempit, dan aura sekitar Tangga Seribu memang terasa mencekam, bikin merinding. Barangkali karena tempat itu sangat teramat sepi dan jauh dari kerumunan orang, juga lingkungannya dipenuhi dengan lumut dan pohon-pohon kurus tinggi. 

Persis di depan Tangga Seribu, ada playground yang anehnya, jarang banget dipakai untuk main. Jadi emang berasa banget suasanya creepy-nya. Menurut rumor penduduk sekitar, dan juga cerita seorang teman sekelas yang dulu apartmentnya berhadap-hadapan dengan Tangga Seribu dan Play Ground aneh tadi, kakaknya pernah melihat sosok anak perempuan duduk di salah satu ayunan yang ada disana sambil bergumam nggak jelas. Benar atau tidak, aku tidak tahu. Tapi kalaupun benar, suasanya tempat itu memang sangat mendukung. 

Hidden Valley - Serpihan berlian di penghujung hari. 

AYUNAN TERAS

Kompleks Teras letaknya dekat dengan Shopping Center Tembagapura dan juga Lupa Lelah Club (LLC), tempat bar, dining dan brunch high class. Sebenarnya tempat ini nggak semenarik play ground di sekolah, bahkan sesungguhnya nggak semenarik play ground sepi di Hidden Valley. Tapi entah kenapa ayunan itu jadi tempat favoritnya anak-anak sekolahan. Barangkali karena lokasinya strategis, dan mudah dikunjungi. Dulu pas SMP tempat ini dijadikan ajang 'swing fight' sama temen-temen se-gengku; Amy, Imel, Pricil. Kadang suka ada yang ikut serta dengan kami. Oya, ini foto gila mereka:

Harap maklum, waktu itu kami barusan UAN.

Persis di atas ayunan dan di depan shopping, ada tempat nangkring favoritnya anak-anak lagi, yaitu lokasi parkiran mobil shopping, hehe. Tapi wajar jadi lokasi favorit, karena disitu kita bisa menikmati seluruh pemandangan Tembagapura yang terpapar di bawah kaki-kaki gunung.

GENTENG YPJ

Anak-anak pada demen manjatin genteng ini. Kurang kerjaan emang, tapi nggak bisa disalahkan juga karena somehow tempat itu mengasikkan hahaha. Mau junior kek, senior kek, pasti pernah berpijak di genteng itu (dan ditegur Pak Lazarus atau guru-guru lain yang lewat). Ajaibnya, genteng itu nggak pernah rubuh, walaupun udah diinjekin angkatan demi angkatan.

Sebenernya genteng itu merupakan bagian dari sekolah expat yang kecil (karena mereka emang cuma sedikit) dan terbukti sangat kuat untuk menampung beberapa orang datasnya, bahkan yang penuh lemak kayak diriku dulu (puji Tuhan sekarang langsingan :p).

Selama nggak diinjek pas hujan sih, nggak masalah. Kalo ngga ya sama aja cari mati wkwkwk. Tapi ad saatnya juga genteng itu bisa berumur, syukur aku masih sempat berpijak di atas situ.

Break kegiatan Eco Painting di genteng, mumpung cerah. 


KALI PALAPA

Hmm, nggak banyak yang tau tentang tempat ini sih, barangkali malah cuma aku dan beberapa anak sekompleks yang tahu. Lokasinya tersembunyi soalnya; persis di belakang rumah kecil yang terletak di sebuah jalan buntu. Sayangnya, aku nggak punya foto tempat itu, tapi Kali Palapa adalah bagian dari masa kecil anak-anak Palapa lama. 

Kenapa demikian? Dulu kali itu jernih airnya, meskipun kecil. Jadi sering dipakai buat (sekali lagi), melepaskan si kura-kura fenomenal Tembagapura kepunyaan aku, ciprat-cipratan dikit, atau sekedar main kapal-kapalan kertas. Dulu rumah kecil itu dihuni guru sempoa aku, jadi kalo udah selesai tinggal nangkring ke kali sama anak-anak les lainnya untuk menikmati senja. (oya, sebenernya kura-kura fenomenal itu pun adalah pemberian guru sempoa aku :D)

Kalaupun nggak les, rumah aku berdekatan sekali dengan kali, dan sahabat aku, Amy, tinggal di satu jalan dimana kali itu berada. Jadi kali itu merupakan tempat kami mengekspresikan diri sebagai bocah-bocah SD. 

Sekarang tempat itu sudah berlumut. Terus denger-denger, ada beberapa ular disitu, jadi harus hati-hati. 



Demikian untuk saat ini, selamat menikmati hidup.

(note: beberapa foto di atas adalah milik orang lain; beberapa di antaranya adalah hasil potretan Claudia Astrid Mahler, fotografernya angkatan TA (2009/2010). Maaf ya clau nggak minta izin dulu!)

4 comments:

  1. Aaaw, nice post! :)
    Jadi kangen bangeeet

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih chaa :) iya emang kangen ngangenin banget ya! Kayaknya nggak ada orang Tembagapura yang nggak kangen sama kotanya :")

      Delete
  2. Keziaaaaaa kangen banget! Post nya bener-bener bikin tambah kangeeeen. Oh iya ijin ambil beberapa fotonya yaa buat ngeblog juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai ngiee! emang ngangenin banget yaa, ga ada yang ngalahin deh :') boleh banget kokk take whatever you like!

      Delete