Thursday, April 11, 2013

HARI TERAKHIR YANG BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA

Ternyata benar apa yang dikatakan Einstein; waktu itu relatif. Mungkin bagi yang lain, 3 tahun itu terasa lama, tapi bagi gue dan teman-teman, 3 tahun terasa terlalu singkat untuk menikmati nikmat dan pahitnya masa-masa SMA. 3 tahun yang lalu, gue datang ke sekolah ini tanpa mengenal siapa-siapa dan tanpa mengetahui seluk-beluk sekolah gue yang baru. Rasanya baru kemarin gue datang ke sekolah dengan rasa campur aduk dan pada akhirnya mengajarkan diri gue sendiri untuk mengenal satu  sama lain. Bahkan gue masih inget betul hari pertama gue disini kayak apa. Tapi tanpa terasa, hari ini adalah hari terakhir gue bisa duduk di kelas bersama teman-teman yang lain sebagai teman seperjuangan dan bersama guru kami, para pahlawan tanpa jasa. 

Gue sudah terbiasa dengan komentar orang-orang tentang sekolah gue karena jauhnya emang amit-amit. Tapi ketika ditanya kenapa gue memilih sekolah itu, gue masih belum bisa menjawab. Gue sendiri nggak ngerti kenapa bisa nyasar kesini, padahal di kota gue ada banyak pilihan sekolah-sekolah yang sama bagusnya. Jujur sekolah ini pun biayanya lumayan mencekik keuangan orangtua gue, apalagi karena bokap gue sudah pensiun. Gue nggak tega sama mereka, tapi di balik semua 'kesulitan' itu gue selalu merasa yakin bahwa gue datang kesini dengan satu alasan.

Dan ternyata, hari ini perasaan gue terbukti kebenarannya. Akhirnya gue sadar bahwa tempat ini adalah tempat dimana gue dibentuk untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Gue menemukan teman-teman sejati yang selalu bersedia mendukung gue dan juga guru-guru yang telah mengorbankan waktu dan energi mereka demi kami. Suka dan duka yang gue alami disini adalah pelajaran-pelajaran moral yang paling berharga di masa remaja gue. Masih nggak percaya hari ini benar-benar hari terakhir kami diakui sebagai murid SMA, karena minggu depan kami sudah tidak diatur oleh jadwal, setumpuk buku pelajaran, dan kelas-kelas yang disusun sedemikian rupa. 

Gue bakal kangen bersusah-payah memikul tas berat ke lantai tiga sampe jungkir balik tiap pagi, base class, rela-relain mampir ke kantin demi gorengan dan jajanan murah lainnya, duduk di meja kantin tiap lunch time, godain guru-guru, gangguin Tusti, membuat 'eksperimen sendiri' di lab, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Gue bakal kangen sama teman-teman gue; yang sekelas ataupun yang lebih muda, atau yang duduk satu meja pas jam istirahat, dan teman-teman seangkatan lainnya yang telah mewarnai masa-masa SMA gue. Tentu kalau namanya ditulis disini satu-satu nggak bakal cukup, kasihanilah bloggernya. Tapi rasa terimakasih saya begitu besar pada kalian dan juga para guru, dan saya harap saya bisa membalasnya suatu saat nanti dengan membawa harum nama sekolah kami lewat kesuksesan saya di masa depan. 

Oh iya, meskipun gue sudah merasa sebagai orang yang lebih baik, tentu saja gue tetap memiliki kekurangan. Yang pernah saya sakiti, baik dengan sengaja maupun tidak, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mari kita saling mendoakan dan saling berjuang agar pas wisuda nanti kita semua dinyatakan lulus dengan hasil yang membanggakan. Hari ini memang hari terakhir kita menjalani jadwal sekolah pada umumnya, tapi ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada tantangan-tantangan lain yang harus kita tempuh untuk menjadi seorang alumni yang berprestasi. 

No comments:

Post a Comment