Saturday, January 11, 2014

SABDA ALAM

Rupanya, alam sudah lama mendengar rinduku
Untuk mendengarkan sabdanya dan memeluk kata demi kata
Demi menghibur pedih yang menyeruak tiap ruang dalam jiwa;
Ruang hampa dingin tak bertuan.

Selama ini, angin berusaha membisikkan suatu pesan
Yang diterjemahkan oleh caya angkasa siang pun malam
Tapi aku ini terlalu bodoh, arogan
Hatiku terletak hanya pada materi dan akal pada hedonisme
Aku lupa bahwa selama ini, harta abadi yang dicari umat manusia
Tidak berwujud, tidak bernominal dan tidak dapat dihancurkan waktu

Gusti, ajari aku agar kiranya aku dapat
Menemukan aksara yang merambat begitu dalam
Ke jantung bumi juga kulit-kulitnya
Agar aku dapat mengecap buahnya yang termanis
Dan kekallah jiwaku dalam kedamaian, juga buaian kasihMu

No comments:

Post a Comment